Pengalaman suka dan duka yang pernah kita alami seharusnya membuat kita semakin bijak sehingga mampu membuat keputusan yang benar. Masa-masa sukar dan senang mengajarkan kita untuk memilih, apakah menjadi manusia lemah ataukah tegar. Jika kita memilih menjadi manusia tegar, maka kita akan bertemu dengan Tuhan dalam setiap situasi, melihat Dia bekerja begitu luar biasa.
Kirimkan bahan renungan ke : ibelseran@gmail.com
Untuk terus mengupdate page ini silahkan daftarkan alamat e-amil anda pada boxs "Join Us Here"
Rabu, 20 April 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Kunci Mengatasi Kekuatiran
Filipi 4 : 6 – 7 : Kunci Mengatasi Kekuatiran
3 Kunci Mengatasi Kekuatiran
Pertama, Pada ayat ke 6 : “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam DOA dan PERMOHONAN dengan UCAPAN SYUKUR”.
Earth Hour - 60+
Simbol Earth Hour yang baru yaitu 60+ yang artinya mengingatkan masyarakat tidak hanya mematikan lampu
selama 60 menit, tetapi bagaimana melakukan hemat energi setelahnya....menyelamatkan bumi setiap hari,
tak hanya satu jam per tahun tapi selama kita hidup...
Sabtu 26 Maret : Pukul 20 : 30 - 21 : 30
Mari dukung kegiatan ini untuk bersama-sama demi bumi yang kita tinggali..
http://www.earthhour.org/
Selasa, 22 Maret 2011
Latihan VS Mencoba – Kebenaran Tentang Disiplin Rohani
"Kekristenan tanpa disiplin pemuridan selalu berupa Kekristenan tanpa Kristus"
Kadang sekedar berusaha keras dan berhsrat besar tidak akan merubah apapun. Kadang kita terlalu bersemangat dan berpikir bahwa hanya dengan semangat itu kita akan mampu mencapai suatu tujuan. Tetapi kenyataannya tidak semudah itu. Kita membutuhkan latihan-latihan tertentu untuk memungkinkan kita melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan sekarang hanya dengan kekuatan kemauan, jadi tidak hanya berusaha.
Minggu, 20 Maret 2011
Terkejut oleh perubahan – Tujuan kehidupan Rohani
Frank Laubach
“Kerohanian” yang salah dipahami atau dikejar
Adalah sumber utama penderitaan manusia dan pemberontakan melawan Allah
Dallas Willard
Jumat, 18 Maret 2011
Kita Memang Akan Berubah – Harapan untuk transformasi...
Kini, dengan pertolongan Tuhan, aku akan menjadi diriku sendiri”
-Soren Kierkegaard-
Saya mengalami kekecewaan, kecewa ketika mendapatkan sesuatu yang jauh dari harapan,kadang terlalu cemas dengan apa yang orang lain pikirkan dan kebanyakan kekecewaan yang muncul adalah hasil dari kecemasan akan diri sendiri(self-absorption). Bahkan saya kecewa dengan kehidupan saya sebagai anak, adik, kakak, teman dan pacar. Saya merasa terusik ketika orang lain melebihi saya, saya bahkan kecewa ketika saya tidak dapat berdoa lebih lama sebelum pikiran saya membayangkan hal lain yang saya ingin kerjakan, saya pun kecewa dengan diri saya ketika tidak dapat dengan rutin melakukan doa dan perenungan Alkitab.
Rabu, 16 Maret 2011
Mengenal-Mu
Bila buka mataku dan lihat wajahMu kuterkagum,
Bila kulihat hidupku dan karya tanganMu kutersanjung,
Kar'na semua yang baik dalam hidupku itulah karyaMu,
Kau b'ri kesempatan yang baru...
Dan ku ingin mengenalMu Tuhan,
Lebih dalam dari s'mua yang kukenal,
Tiada kasih yang melebihiMu,
Ku ada untuk menjadi penyembahMu...
Bila kulihat hidupku dan karya tanganMu kutersanjung,
Kar'na semua yang baik dalam hidupku itulah karyaMu,
Kau b'ri kesempatan yang baru...
Dan ku ingin mengenalMu Tuhan,
Lebih dalam dari s'mua yang kukenal,
Tiada kasih yang melebihiMu,
Ku ada untuk menjadi penyembahMu...
Sikap Rendah Hati
“Sikap adalah kuas pikiran yang dapat mewarnai setiap situasi”
Rasa bangga kadang menjadi seperti ketamakan yang telah kehilangan stigma atau cacat, berpusat pada diri sendiri dianggap sehat dan berkorban untuk diri sendiri dianggap disfungsional. Kebenarannya adalah sikap rendah hati, melayani atau lebih menghargai orang lain akan lebih banyak membawa kepuasan dan kesuksesan lebih dari pada apa yang bisa dilakukan oleh mencukupi diri sendiri.
Tidak ada salahnya dengan sukses, tetapi sukses harus membawa dampak yang baik dalam kehidupan kita, menjadi berkat bagi orang lain dan tidak menghalangi hubungan kita dengan Allah sendiri.
Selasa, 15 Maret 2011
Sikap "Percaya Diri"
“Satu-satunya batas akan kenyataan yang akan kita hadapi besok adalah
keraguan kita pada hari ini”
Iman berarti sesuatu yang lebih dari kata “Optimisme”. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat...(Ibrani 11 : 1). Iman membimbing kita untuk melakukan sesuatu dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahkan untuk sesuatu yang tidak mungkin (mustahil) bagi manusia (Matius 17:20).
"Kadang sesuatu terjadi tidak seperti yang diharapkan,
orang berubah, datang dan pergi..memberi warna, hitam dan putih,
tapi hidup tetap harus dijalani, hingga perubahan itu terjadi.
Pembentukan untuk Melihat bukan lagi "melihat" tapi "merasakan",
Berjalan bukan sekedar melangkahkan kaki, tapi penuh dengan semangat menuju tujuan dan pengharapan..."
Hidup bukan sebatas menyelesaikan masalah, tapi kesempatan belajar,
Sadar bahwa semua orang punya tantangan & saya adalah satu yang beruntung mendapatkan yang "lebih mudah",
Belajar untuk tetap tekun didalam kelemahan & mengakui akan "kebutuhan" kita akan orang lain,
Belajar bahwa hidup tidak semudah membalikan telapak tangan tapi "proses" untuk bertumbuh...
Just lead me to the high place...
Langganan:
Postingan (Atom)





