Kirimkan bahan renungan ke : ibelseran@gmail.com
Untuk terus mengupdate page ini silahkan daftarkan alamat e-amil anda pada boxs "Join Us Here"

Rabu, 09 Maret 2011

Dahulu Mati Sekarang Hidup

Roma 6 : 1 –14 Mati & Bangkit dengan Kristus
          Pada ayat yang pertama, menjadi pertanyaan besar bagi kita, “Bolehkah kita bertekun dalam dosa., supaya semakin bertambah kasih karunia??” Ini menjadi satu pertanyaan konyol yang disampaikan dan dengan jelas dikatakan pada ayat yang kedua sebagai jawabannya adalah TIDAK. Ini sama dengan logika bagaimana mungkin seorang anak bisa memberontak dan melawan orang tua karena anak ini tahu kalau orang tuanya pasti memaafkan dia apapun yang dia lakukan. Kita seringkali sama dengan anak ini, dimanja dengan “toleransi” yang di berikan dari orang tua, tapi apakah kita sadar ketika kita lakukan sesuatu yang salah, secara tidak langsung kita sedang menyakiti dan mengecewakan orang tua kita?? Apalagi Tuhan yang begitu besar kasih-Nya untuk kita, bagaimana kecewanya Tuhan ketika melihat kita melakukan dosa??





         Pada ayat yang ke3, dikatakan, “…Kita SEMUA yang telah dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematian-Nya”. Apa artinya? Ini menyampaikan bahwa kalau kita sebagai pengikut Kristus yang “telah dibaptis dalam nama-Nya” seharusnya menjadi satu juga didalam kematian-Nya. Yang artinya, kita bukan saja terima penghargaan sebagai anak-anak Allah dalam artian mendapat hak istimewa dan janji kemuliaan bersama-sama Dia, tapi kita yang lama, yang berdosa, seharusnya sudah mati dan dikuburkan dalam kematian Tuhan Yesus (ayat 4). Kita punya tanggung jawab melepaskan dan buang jauh-jauh dosa-dosa lama kita. Konsepnya adalah Kita bukan lagi kita yang dulu, yang diperhamba oleh dosa, tapi kita yang telah diselamatkan, punya pilihan, apakah mau bertobat dan mengikut jalan salib, ataukah tetap mati didalam dosa-dosa kita. Dahulu kita adalah hamba dosa yang berarti tidak punya pilihan selain menuruti tuannya, yakni dosa itu sendiri. Sekarang kita yang telah diselamatkan, telah dibebaskan dari belenggu dosa, yang artinya kita punya pilihan bebas. Ketika kita memilih untuk mengikut Yesus atau menghambakan diri pada dosa. Ketika kita memilih mati dan bangkit bersama-sama dengan Yesus maka Pikulah salib-Nya, dengan menunjukan keberanian melepaskan kesenangan dunia dan kesetiaan melakukan kehendak-Nya.

“Sesuatu hal berubah dengan baik bagi orang yang melakukan cara terbaik untuk berubah”

            Pada ayat ke-5, dijanjikan bahwa “..jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematiann-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya”. Ada janji bahwa penderitaan yang kita alami dengan melepaskan hidup kita yang lama tidak akan sia-sia, tapi ada janji pengharapan bahwa kita akan dibangkitkan pula untuk naik bersama-sama dengan Allah. Dikatakan pula bahwa, “sebab, siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa”(ayat 7), berikutnya ditambahkan “jika kita telah mati dengan Kristus kita percaya kita akan hidup juga dengan Dia”. Ini memberikan arti bahwa pilihan untuk “mati” dalam iman kepada Kristus akan dibebaskan dari belenggu dosa dan hidup bersama-sama Yesus. Bukan berarti kita menjadi suci tanpa cacat, menjadi orang tanpa kekurangan, karakter yang sempurna, namun ada janji pengkudusan yang progresif bagi kita bahwa kita bisa menjadi lebih baik untuk Kristus, karena Ia sendiri yang akan mengubahkan kita sesuai rencana-Nya. Kita dibebaskan dari belenggu dosa, dan “maut” tidak lagi berkuasa atas kita (ayat 9) tapi hidup kita bagi Allah (ayat 11).
Bagaimana ciri orang yang telah mati bagi Kristus, pada ayat yang ke 12, dikatakan kita tidak lagi hidup menuruti keinginan dosa, tidak menyerahkan diri untuk dosa (ayat 13) melainkan kepada Allah untuk menjadi pembawa kebenaran dan kabar sukacita itu. Kita memiliki karakter baru yang melawan kebiasaan-kebiasaan lama, menjadi berkat dan hidup dengan satu keyakinan akan Kristus. Ini yang akan membawa kita pada suatu perubahan hidup yang luar biasa.

“Kualitas hidup seseorang merupakan sebuah kedewasaan komitmen yang luar biasa. Tidak peduli didalam lingkungan mana mereka berada” – Vince Lombardi

          Apa intinya?? Kita sekarang yang sudah ditebus, memiliki pilihan hidup. Kita tidak akan berubah, ketika kita tidak memutuskan dengan sungguh-sungguh untuk berubah. Ketika kita menerima Ia, bukan kesempurnaan yang langsung didapat, tapi perubahan karakter yang bertahap dan perubahan kadang mendatangkan kesakitan. Apakah kita mau setia tetap mengikut-Nya dan memikul salib-Nya?? Itu pilihan antara kita dengan Tuhan.

Tuhan Yesus sayang katong samua…

Tidak ada komentar: