Kirimkan bahan renungan ke : ibelseran@gmail.com
Untuk terus mengupdate page ini silahkan daftarkan alamat e-amil anda pada boxs "Join Us Here"

Selasa, 08 Maret 2011

Anak-anak Allah

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan DIa
Roma 8 : 17




Kemurahan yang kita terima sebenarnya bukanlah hasil kerja keras kita, atau bukan berbicara mengenai siapa kita, jabatan atau pangkat yang kita miliki, bukan karena kebaikan atau sesuatu yang telah kita kerjakan ataupun karena kita lebih baik dari orang lain, namun karena Bapa kita lah yang penuh kemurahan itu sendiri yang mencurahkannya atas kita.

Kita diberikan hak istimewa ketika kita menjadi anak-anak-Nya. Menjadi anak Allah, berarti hidup dibawah otoritas Allah sebagai kepala keluarga yang membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya itu, kita wajib mengikuti setiap arahan-Nya karena seorang Ayah akan selalu melakukan yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Setelah itu, barulah kita menerima hak yang sudah dijanjikan, yakni hidup bersama-sama Allah sendiri dalam kerajaan-Nya. Bukan seberapa besar harta yang nanti diberikan pada kita, namun ketika Allah yang memerintah, aka nada damai dan sukacita yang tak tertandingi, yang memberikan kedamaian melampaui harta duniawi ini.



Maka dari itu, hidup bukanlah untuk mencari sesuatu yang fana, tetapi lakukan tugasmu, tugas yang Tuhan sudah percayakan sebagai tanggung-jawab yang wajib kita lakukan. Dan jika tantangan datang, percaya bahwa Ia sebagai Bapa yang baik, akan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada kita untuk mampu menyelesaikan segala persoalan dunia yang fana. Dan terlebih lagi, ada mahkota pemenang yang sudah Ia siapkan diujung pertempuran ini. 

Tidak ada komentar: