Bacaan
1 korintus 10 : 13
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab, Allah setia dan karena itu Ia tidak akan memberikan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
2 Kor 12 : 9
“…cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna…”
Apa pesan yang disampaikan :
- Pencobaan sebagai bagian dari kehidupan kita, hanyalah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kapasitas kita sebagai manusia. Ini menunjukan kemaha-tahuan Allah tentang kita, sebagai ciptaan-Nya, dimana Allah sendiri yang mengenal kita melebihi diri kita sendiri, sehingga ada jaminan dari Allah bahwa setiap hal, setiap masalah yang terjadi dalam kehidupan kita, seharusnya dapat kita atasi karena kita memiliki kemampuan yang lebih besar dari pencobaan itu. Dan Allah selalu setia, Ia selalu melihat sejauh mana kita dicobai dan yang terpenting apa yang menjadi respons kita ketika pencobaan itu datang, apakan kita mau tetap setia berproses didalamnya dan didalam Dia sebagai kekuatan utama kehidupan kita.
- Dikatakan juga bahwa, ketika kita dicobai, Ia akan memberikan kepada kita jalan keluar, yang artinya, selalu ada solusi bagi setiap masalah yang kita hadapi. Ia dengan jelas, menjanjikan jalan keluar bagi kita, kita yang mau percaya bahwa Ia mampu melakukan segala hal dalam kehidupan kita. Ia yang mengijinkan pencobaan datang pada kita, maka Ia sendiri pun yang dapat memberikan jalan yang kita butuhkan ketika kita dicobai. Namun, tidak semudah itu, kadang kita terlalu terfokus pada apa yang terjadi sehingga menutup mata hati kita kepada jalan yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Kita kuatir akan kehidupan kita, kita takut kehilangan hal-hal berharga dalam kehidupan kita, dan semua ini membuat kita lupa bahwa Allah memiliki semua solusi bagi semua masalah yang ada, bahkan untuk hal-hal yang mustahil yang manusia tidak dapat lakukan, Allah mampu melakukannya bagi kita. Kita tidak dapat mempertahankan apa-apa kalau bukan tuhan yang mengijinkan, keluarga kita bisa saja hilang begitu saja kalau Allah mengijinkan, sahabat dan pacar kita bisa saja pergi dan meninggalkan kita kalau Allah mengijinkannya terjadi, apapun itu, jika Allah mengijinkan terjadi, maka akan terjadi, seberapa kuat kita mempertahankannya, semua kembali lagi kepada Allah selaku penguasa tertinggi yang mengatur setiap hal dalam kehidupan ini. Yang terpenting adalah belajar untuk percaya sungguh dan beriman sungguh akan janji yang sudah Ia buat. Belajarlah untuk menyerahkan semuanya didalam tangan pengasihan Allah saja. Tugas kita adalah tetap setia berproses didalam rencana yang Allah sudah buat ini. Karena diujung jalan ini, akan ada mahkota kemenangan bagi setiap kita yang tetap setia pada-Nya.
- Dari bacaan yang kedua : kaitannya adalah bahwa setiap manusia pasti punya kelemahan. Dan kelemahan inilah yang Tuhan seringkali gunakan untuk menunjukan kasih setia-Nya bagi kita. Dia tidak memberikan kelemahan begitu saja, tapi kembali lagi bahwa,Allah yang mengenal kita sehingga Dia tahu kapan beban yang diberikan akan melebihi kapasitas kita manusia, dan pada saat itu, Dia sendiri yang akan mengirimkan jalan keluar terhadap persoalan yang kita hadapi. Selain itupun, kelemahan seringkli membuat orang untuk mencari Allah.Kelemahan membuat kita sadar akan kerendahan hati yang seharusnya kita punya, ketika melihat kemampuan orang lain melebihi kita, kita lalu sadar bahwa seringkali kita angkuh dan sombong dengan menunjukan kekuatan kemampuan kita, bahkan terhadap Tuhan, ketika kesenangan datang menghampiri kita, kadang kita melupakan Allah, melakukan apa yang kita bisa lakukan tanpa peduli Allah ada atau tidak, “selama kita masih mampu, ya lakukan”, tapi lewat kelemahan ini, apalagi kalau sudah sampai batas ambang kemampuan, kita lalu sadar bahwa ada Allah yang punya kekuatan lebih untuk menyelesaikan persoalan itu. Kita sering berlari mencari Allah dalam kesempitan atau pada saat susah saja.
- Lalu apa yang harus kita lakukan supaya Tuhan tetap beserta kita?? Dalam Maz 73 : 22 -23 “Aku dungu & tidak mengerti, seperti hewan aku didekat-Mu tetapi aku tetap didekat-Mu, Engkau memegang tangan kananku, Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku dan kemudian Engkau mengangkat aku kedalam kemuliaan".Dikatakan bahwa kita diandaikan seperti Hewan, yang logikanya tidak bisa berpikir, tidak memutuskan segala sesuatu, jadi benar2 tidak tahu apa-apa, yang terpenting kita tetap didekat Tuhan mengikuti apa yang Ia mau kita lakukan, maka Ia akan memegang tangan kanan kita dan membimbing kita ke arah yang Tuhan mau (ayat ke 24) . Apapun kondisi yang kita hadapi, yakinlah bahwa Allah ada untuk kita, Dia yang akan memegang tangan kita ketika kita jatuh, karena Ia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar