Kirimkan bahan renungan ke : ibelseran@gmail.com
Untuk terus mengupdate page ini silahkan daftarkan alamat e-amil anda pada boxs "Join Us Here"

Selasa, 08 Maret 2011

Hasil Pembenaran oleh Iman dan Pengharapan


Roma 5 : 1-11

      Dahulu ketika kita masih berdosa, kita diselamatkan dan diperdamaikan dengan Allah lewat karya penebusan Yesus di kayu salib (ayat 6). Bukan untuk orang benar atau orang baik, tapi Ia mati untuk kita orang berdosa (ayat 7 -8). Ia begitu mengasihi kita bahkan didalam keberdosaan kita, apalagi sekarang sudah diselamatkan. Allah memiliki kerinduan yang sangat besar untuk merangkul kita, mengubahkan kita sesuai rencananya. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita, tak sedetikpun melepaskan pandangannya dari hidup kita. Untuk itu, ini menjadi pengharapan bagi kita, untuk terus dipulihkan serupa dengan Ia, yang setia bagi kita. Yang kita butuhkan adalah meletakan iman kita pada Allah (ayat 1, kita yang dibenarkan oleh Iman… ayat 2, jalan masuk olehIman kepada kasih karunia)


     Dikatakan pula Kita diberi anugrah yang luar biasa ketika kita menjadi Anak-anak Allah. Kita yang mau dengan sungguh mengandalkan Ia lewat iman kepada-Nya, kita diberi hidup penuh damai sejahtera dengan Allah oleh Yesus(ayat 1), diberi akses masuk kepada kasih karuniadan kita akan bermegah dalam pengharapan akan janji Allah yakni menerima kemuliaan Allah (ayat 2). Dikatakan pula, kita bukan hanya mendapatkan “warisan” tapi tetap ada yang namanya “kesengsaraan”. Namun kita harus tetap bermegah dalam kesengsaraan kita karena itulah yang membentuk kita dan membuat kita semakin tekun dan tahan uji (ayat 3-4).Layaknya besi, takkan dapat digunakan tanpa ditempa untuk mendapatkan bentuk yang tepat, Allah pun menempa kita dengan masalah dan persoalan untuk membentuk kita menjadi yang terbaik. Namun dalam setiap kesengsaraan itu, Allah selalu memberikan pengharapan yang kuat didalam diri kita, karena kita harus yakin, bahwa kita sudah diperdamaikan dan diselamatkan, dan itulah yang menjadi pengharapan kita bahwa kita sudah menjadi warga kerajaan sorga bersama-sama Allah sebagai pemimpinnya.

     Jangan perduli dengan kondisi disekitar kita, tantangan untuk sebuah perubahan itu biasa.Jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kita,siapapun dia, seberat apapun tantangan itu, sekelam apapun masa lalu itu, jangan sampai mengambil sukacita, pengharapan dan kasih yang kita sudah dapat dari Allah, yang pasti harus dijaga hubunganPRIBADI kita dengan Allah dan biarkan karya keselamatan yang Allah sudah dibuat, menjadimotivasi, menjadi kekuatan kita untuk melangkah dengan keyakinan dan iman didalam Allah sendiri…

Tuhan Yesus sayang katong samua…

1 komentar:

Thomas mengatakan...

Tetap berharap saja buat Tuhan Yesus...