Mazmur 73 : 1- 28
Menurut beberapa sumber, sukses dapat diartikan sebagai :
- Definisi pertama, sukses negatif atau positif yang sama. Mencapai sesuatu yang diinginkan bisa apa saja dari menjadi presiden bank untuk merampok bank.
- Definisi kedua, sukses dalam pengertian ini, keberhasilan sering sama dengan pencapaian kekayaan atau ketenaran.
- Dalam definisi ketiga, keberhasilan adalah ukuran prestasi. Misalnya, "Dia sukses besar dalam industri hiburan"
Mungkin bagi sebagian orang "kesuksesan" dalam pengertian diatas adalah tanda penyertaan Allah. Tak sedikit orang juga yang mengaitkan arti kata sukses ini dengan "Arti Hidup" yang sebenarnya. Hidup yang berarti dinilai dari seberapa "sukses-nya" seseorang dalam hidupnya yang tergambarkan dalam seberapa besar pendapatannya, kekayaannya ataupun kekuasaannya.
Berdasarkan pemikiran ini kita lalu mulai memilah-milah orang lain kedalam kelompok yang dalam tanda kutip "DISERTAI ALLAH" dan "TIDAK DISERTAI ALLAH". Orang Kaya adalah orang yang "Disertai Allah" dan yang tidak mampu adalah orang yang "Tidak Disertai Allah". Ini dikaitkan lagi dengan berkenannya Allah pada seseorang yang akhirnya dihubungkan lagi dengan sikap mulai menghakimi orang lain dengan berpikir "dia terlalu banyak berbuat dosa". Dilain sisi, kita mulai merasa iri kepada orang lain karena perbedaan materi kekayaan ataupun kekuasaan dan tak heran jika mulai mempertanyakan penyertaan Allah dalam kehidupan kita.
Dalam bacaan ini, jelaslah sudah, bahwa "Sukses" bukanlah tanda bahwa Allah sedang bekerja dalam kehidupan seseorang. Apalagi dikaitkan dengan Arti hidup yang sejati. Ayat 1-20 diceritakan bagaimana kehidupan orang fasik, yang begitu "menyenangkan". Kemujuran, sehat dan penuh kesenangan-kesenangan dunia. Ini membuat kita lalu cemburu bahkan menyalahkan Allah atas apa yang sedang kita hadapi. Satu hal yang harusnya menjadi pegangan kita bahwa Allah tidak pernah menjanjikan "sukses" ataupun hidup yang bergelimang harta kekayaan dan kesenangan dunia, yang Ia janjikan adalah penyertaan (Engkau memegang tanganku...Ayat 23) dan tuntunan (Dengan nasihat-Mu Engkau menuntunku..ayat 24a) sehingga Ia nantinya akan mengangkat kita kedalam kemuliaan-Nya (Ayat 24b). Sukses bukanlah sekedar menggapai impian dan memenuhi kebutuhan kita, tapi sukses yang sesungguhnya adalah sukacita yang tetap ada ketika kita berhasil maupun tidak berhasil melewati segala hal, baik tantangan persoalan maupun suatu pencapaian target kita, karena dalam setiap hal yang kita lalui BERSAMA ALLAH, yakinlah bahwa Ia sedang bersama kita untuk membentuk kita, mendewasakan dan membawa kita ketempat yang Ia sedang persiapkan untuk kita. Yakin bahwa dalam setiap keadaan kita, Allah turut bekerja bersama kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Yang menjadi tugas kita adalah membiarkan Allah memakai hidup kita dan lihat betapa luar biasa kuasa-Nya bagi kita.
"...Aku DUNGU & tidak mengerti, seperti HEWAN aku didekat-Mu, tetapi aku tetap didekat-Mu, ENGKAU MEMEGANG TANGANKU..." (Mazmur 73 : 22 -23)

2 komentar:
Wow.. Briliant.. Keren...
Good Job kk Jansen....
Posting Komentar